Minggu, 25 Juli 2010
Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter sering disebut sebagai jiwa sebuah pendidikan. Tanpanya, pendidikan seperti kehilangan roh dan berubah sekedar menjadi sarana pelatihan otak bagi para siswa. Mengembalikan roh pendidikan karakter dalam sekolah kita merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi.
pendidikan karakter tidak hanya dipahami bagi pengajar saja melainkan seluruh komunitas sekolah mulai kepala sekolah hingga penjaga semua memiliki kontribusi untuk mewujudkan pendidikan karakter ini.
Pencetus pendidikan karakter yang menekankan dimensi etis-spiritual dalam proses pembentukan pribadi ialah pedagog Jerman FW Foerster (1869-1966). Pendidikan karakter merupakan reaksi atas kejumudan pedagogi natural Rousseauian dan instrumentalisme pedagogis Deweyan.
Lebih dari itu, pedagogi puerocentris lewat perayaan atas spontanitas anak-anak (Edouard Claparède, Ovide Decroly, Maria Montessori) yang mewarnai Eropa dan Amerika Serikat awal abad ke-19 kian dianggap tak mencukupi lagi bagi formasi intelektual dan kultural seorang pribadi.
Polemik anti-positivis dan anti-naturalis di Eropa awal abad ke-19 merupakan gerakan pembebasan dari determinisme natural menuju dimensi spiritual, bergerak dari formasi personal dengan pendekatan psiko-sosial menuju cita-cita humanisme yang lebih integral. Pendidikan karakter merupakan sebuah usaha untuk menghidupkan kembali pedagogi ideal-spiritual yang sempat hilang diterjang gelombang positivisme ala Comte.
Tujuan pendidikan adalah untuk pembentukan karakter yang terwujud dalam kesatuan esensial si subyek dengan perilaku dan sikap hidup yang dimilikinya. Bagi Foerster, karakter merupakan sesuatu yang mengualifikasi seorang pribadi. Karakter menjadi identitas yang mengatasi pengalaman kontingen yang selalu berubah. Dari kematangan karakter inilah, kualitas seorang pribadi diukur.
Empat karakter
Menurut Foerster ada empat ciri dasar dalam pendidikan karakter. Pertama, keteraturan interior di mana setiap tindakan diukur berdasar hierarki nilai. Nilai menjadi pedoman normatif setiap tindakan.
Kedua, koherensi yang memberi keberanian, membuat seseorang teguh pada prinsip, tidak mudah terombang-ambing pada situasi baru atau takut risiko. Koherensi merupakan dasar yang membangun rasa percaya satu sama lain. Tidak adanya koherensi meruntuhkan kredibilitas seseorang.
Ketiga, otonomi. Di situ seseorang menginternalisasikan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadi. Ini dapat dilihat lewat penilaian atas keputusan pribadi tanpa terpengaruh atau desakan pihak lain.
Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan merupakan daya tahan seseorang guna mengingini apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan merupakan dasar bagi penghormatan atas komitmen yang dipilih.
Kematangan keempat karakter ini, lanjut Foerster, memungkinkan manusia melewati tahap individualitas menuju personalitas. ”Orang-orang modern sering mencampuradukkan antara individualitas dan personalitas, antara aku alami dan aku rohani, antara independensi eksterior dan interior.” Karakter inilah yang menentukan forma seorang pribadi dalam segala tindakannya.
Pengalaman Indonesia
Di tengah kebangkrutan moral bangsa, maraknya tindak kekerasan, inkoherensi politisi atas retorika politik, dan perilaku keseharian, pendidikan karakter yang menekankan dimensi etis-religius menjadi relevan untuk diterapkan.
Pendidikan karakter ala Foerster yang berkembang pada awal abad ke-19 merupakan perjalanan panjang pemikiran umat manusia untuk mendudukkan kembali idealisme kemanusiaan yang lama hilang ditelan arus positivisme. Karena itu, pendidikan karakter tetap mengandaikan pedagogi yang kental dengan rigorisme ilmiah dan sarat muatan puerocentrisme yang menghargai aktivitas manusia.
Tradisi pendidikan di Indonesia tampaknya belum matang untuk memeluk pendidikan karakter sebagai kinerja budaya dan religius dalam kehidupan bermasyarakat. Pedagogi aktif Deweyan baru muncul lewat pengalaman sekolah Mangunan tahun 1990-an.
Kebiasaan berpikir kritis melalui pendasaran logika yang kuat dalam setiap argumentasi juga belum menjadi habitus. Guru hanya mengajarkan apa yang harus dihapalkan. Mereka membuat anak didik menjadi beo yang dalam setiap ujian cuma mengulang apa yang dikatakan guru.
Loncatan sejarah
Apakah mungkin sebuah loncatan sejarah dapat terjadi dalam tradisi pendidikan kita? Mungkinkah pendidikan karakter diterapkan di Indonesia tanpa melewati tahap-tahap positivisme dan naturalisme lebih dahulu?
Pendidikan karakter yang digagas Foerster tidak menghapus pentingnya peran metodologi eksperimental maupun relevansi pedagogi naturalis Rousseauian yang merayakan spontanitas dalam pendidikan anak-anak. Yang ingin ditebas arus ”idealisme” pendidikan adalah determinisme dan naturalisme yang mendasari paham mereka tentang manusia.
Bertentangan dengan determinisme, melalui pendidikan karakter manusia mempercayakan dirinya pada dunia nilai (bildung). Sebab, nilai merupakan kekuatan penggerak perubahan sejarah. Kemampuan membentuk diri dan mengaktualisasikan nilai-nilai etis merupakan ciri hakiki manusia. Karena itu, mereka mampu menjadi agen perubahan sejarah.
Jika nilai merupakan motor penggerak sejarah, aktualisasi atasnya akan merupakan sebuah pergulatan dinamis terus-menerus. Manusia, apa pun kultur yang melingkupinya, tetap agen bagi perjalanan sejarahnya sendiri. Karena itu, loncatan sejarah masih bisa terjadi di negeri kita. Pendidikan karakter masih memiliki tempat bagi optimisme idealis pendidikan di negeri kita, terlebih karena bangsa kita kaya akan tradisi religius dan budaya.
Manusia yang memiliki religiusitas kuat akan semakin termotivasi untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat, bertanggung jawab atas penghargaan hidup orang lain dan mampu berbagi nilai-nilai kerohanian bersama yang mengatasi keterbatasan eksistensi natural manusia yang mudah tercabik oleh berbagai macam konflik yang tak jarang malah mengatasnamakan religiusitas itu sendiri.
Oleh karena itu Wamendiknas mengatakan bahwasanya sekolah sebagai bagian dari lingkungan memiliki peranan yang sangat penting. Wamendiknas menganjurkan agar setiap sekolah dan seluruh lembaga pendidikan memiliki school culture , dimana setiap sekolah memilih pendisiplinan dan kebiasaan mengenai karakter yang akan dibentuk. Lebih lanjut Wamendiknas pun berpesan, agar para pemimpin dan pendidik lembaga pendidikan tersebut dapat mampu memberikan suri teladan mengenai karakter tersebut.
Wamendiknas juga mengatakan bahwa hendaknya pendidikan karakter ini tidak dijadikan kurikulum yang baku, melainkan dibiasakan melalui proses pembelajaran. Selain itu mengenai sarana-prasaran, pendidikan karakter ini tidak memiliki sarana-prasarana yang istimewa, karena yang diperlukan adalah proses penyadaran dan pembiasaan.
Prihal pengembangannya sendiri, Wamendiknas melihat bahwa kearifan lokal dan pendidikan di pesantern dapat dijadikan bahan rujukan mengenai pengembangan pendidikan karakter, mengingat ruang lingkup pendidikan karakter sendiri ssangatlah luas.
Rabu, 21 Juli 2010
Respirasi
Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan.
Dalam pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan pernapasan. Namun demikian, istilah respirasi mencakup proses-proses yang juga tidak tercakup pada istilah pernapasan. Respirasi terjadi pada semua tingkatan organisme hidup, mulai dari individu hingga satuan terkecil, sel. Apabila pernapasan biasanya diasosiasikan dengan penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak melulu melibatkan oksigen.
Pernapasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Pernapasan perut
Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Selasa, 20 Juli 2010
Bronkitis
Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.
Penyebab
Bronkitis infeksiosa disebabkan oleh virus, bakteri dan organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia)
Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernafasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:
* Sinusitis kronis
* Bronkiektasis
* Alergi
* Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.
Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh:
* Berbagai jenis debu
* Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin
* Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
* Tembakau dan rokok lainnya.
Gejalanya berupa:
* batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan)
* sesak nafas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan
* sering menderita infeksi pernafasan (misalnya flu)
* bengek
* lelah
* pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan
* wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan
* pipi tampak kemerahan
* sakit kepala
* gangguan penglihatan.
Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan.
Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau.
Pada bronkitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu.
Sesak nafas terjadi jika saluran udara tersumbat. Sering ditemukan bunyi nafas mengi, terutama setelah batuk. Bisa terjadi pneumonia.
Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala, terutama dari adanya lendir. Pada pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop akan terdengar bunyi ronki atau bunyi pernafasan yang abnormal.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
* Tes fungsi paru-paru
* Gas darah arteri
* Rontgen dada.
Pengobatan
Untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa diberikan aspirin atau acetaminophen; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikan acetaminophen. Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.
Antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya menunjukkan bahwa penyebabnya adalah infeksi bakteri (dahaknya berwarna kuning atau hijau dan demamnya tetap tinggi) dan penderita yang sebelumnya memiliki penyakit paru-paru. Kepada penderita dewasa diberikan trimetoprim-sulfametoksazol, tetracyclin atau ampisilin. Erythromycin diberikan walaupun dicurigai penyebabnya adalah Mycoplasma pneumoniae. Kepada penderita anak-anak diberikan amoxicillin. Jika penyebabnya virus, tidak diberikan antibiotik.
Jika gejalanya menetap atau berulang atau jika bronkitisnya sangat berat, maka dilakukan pemeriksaan biakan dari dahak untuk membantu menentukan apakah perlu dilakukan penggantian antibiotik.
Minggu, 11 Juli 2010
Pilih cinta apa harta ?
Minggu, 16 Mei 2010
Soal IPA kelas 5
1. Alat pernapasan pada manusia yang ditunjuk dengan anak panah tersebut memiliki fungsi untuk….
a. menghirup karbondioksida c. membuang sisa-sisa udara
b. penyaring kotoran d. pintu masuk semua udara luar
2. Kulit yang basah pada cacing berfungsi untuk ….
a. menempel di tanah c. menyerap air
b. mengikat oksigen d. menangkap mangsa
3. Alat pencernaan yang berfungsi membungkus makanan mengandung enzim….
a. amilase c. pepsin
b. lipase d. ptialin
4. Karbohidrat terkandung dalam ….
a. semua makanan pokok c. semua makanan asin
b. semua makanan berminyak d. semua makanan basi
5. Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi mencegah terkena penyakit…
a. insomnia c. leukimia
b. hemofilia d. anemia
6. Mengolah makanan yang benar dengan ….
a. mencuci dengan detergen c. memasak sampai matang sekali
b. menggunakan panci stainless d. menjaga kebersihan alat memasak
7. Pada bagian jantung yang ditunjuk dengan anak panah terjadi peristiwa ….
a. pengaliran darah keluar jantung c. pengaliran darah ke bilik
b. pengaliran darah menuju jantung d. pengaliran darah ke semua arah
8. Memelihara kesehatan jantung dengan melakukan ….
a. olahraga secara teratur c. mandi secara teratur
b. bekerja keras tanpa lelah d. istirahat sesering mungkin
9. Denyut jantung manusia dewasa yang sehat berkisar ....
a. 70 - 80 c. 120 - 130
b. 90 - 100 d. 140 - 150
10. Bagian tumbuhan yang berfungsi untuk menyerap air ditunjukkan dengan nomor ….
a. 1 c. 3
b. 2 d. 4
11. Peran klorofil dalam fotosintesis adalah….
a. mengedarkan hasil fotosintesis
b. melakukan pernapasan
c. mengubah sinar matahari menjadi energi
d. menghasilkan makanan
12. Fotosintesis pada tumbuhan hijau memerlukan….
a. Lenti sel c. CO2
b. karbohidrat d. O2
13. Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan dalam batang adalah….
a. mangga c. tebu
b. Kunyit d. singkong
14. Kapas adalah bahan dasar untuk membuat…
a. baju c. buku
b. meja d. plastik
15. Tumbuhan hijau bermanfaat bagi manusia dan hewan untuk ….
a. menyembuhkan sembelit c. sumber makanan
b. menambah kalsium pada tubuh d. mencegah bencana
16. Tumbuhan berikut ini bentuk adaptasinya berupa ….
a. menangkap serangga dengan cairan lengket
b. menjepit dengan daun berbentuk gigi.
c. menyerupai bentuk batu
d. memiliki bulu-bulu gatal
17. Bunglon mengelabui musuhnya dengan ….
a. pura – pura mati c. mimikri
b. autotomi d. melilitkan tubuh
18. Fungsi akar yang panjang pada teratai untuk ….
a. menyerap sisa makanan c. melekat di dasar air
b. mengapung di air d. alat bernapas
19. Pohon jati, mahoni dan randu memiliki cara bertahan hidup yang unik pada musim kemarau, yaitu ….
a. meranggas daunnya c. memperkecil batangnya
b. merontokkan buahnya d. berhenti berbuah
20. Hewan berikut yang selalu mengeluarkan sengat beracun bila dalam keadaan bahaya adalah ….
a. ular c. cacing
b. kalajengking d. nyamuk
21. Burung pada gambar berikut makanannya adalah….
a. padi c. daging
b. ikan d. buah
22. Kekuatan tali temali dapat diketahui dari….
a. tegangan maksimalnya c. panjang untaiannya
b. anyaman yang kuat d. pilinan yang panjang
23. Struktur benang yang sesuai untuk tali sepatu adalah…
a. pilinan s c. anyaman
b. pilinan z d. lurus
24. Sutra merupakan hasil serat dari….
a. liur ulat sutra c. nanas
b. pelepah pisang d. kulit buaya
25. Bahan tali yang baik memiliki ciri ….
a. kuat dan lentur c. lurus dan panjang
b. tebal dan kaku d. berat dan mahal
26. Es menjadi air termasuk ke dalam perubahan ….
a. wujud c. tetap
b. kimiawi d. bentuk
27. Salah satu cara untuk mencegah perkaratan dengan ….
a. melapisi dengan kain c. mengamplas
b. mengecat d. memasang obat anti rayap
28. Perubahan sementara terjadi pada ….
a. kertas dibakar c. nasi menjadi basi
b. es krim meleleh d. rambut beruban
29. Buah menjadi busuk merupakan salah satu jenis perubahan ….
a. fisika c. rasa
b. sementara d. tetap
30. Benda yang dapat larut dalam air adalah …
a. pasir c. kerikil
b. gula d. minyak
I. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat !
1. Selaput pembungkus paru-paru disebut ….
2. Tempat menyimpan cadangan oksigen pada burung terletak di ….
3. Cairan di lambung yang berfungsi untuk membunuh kuman adalah….
4. Peredaran darah besar dari jantung menuju ke ….
5. Kekurangan sel darah merah menyebabkan penyakit….
6. Fotosintesis pada tumbuhan kebanyakan berlangsung di bagian….
7. Sagu dimanfaatkan sebagai makanan di bagian ….
8. Penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya disebut ….
9. Burung pemakan nektar adalah ….
10. Semua gigi berbentuk runcing adalah ciri dari hewan pemakan….
11. Bunga mawar melakukan perlindungan diri dengan batangnya….
12. Sekumpulan benang yang ditenun akan menjadi ….
13. Senar pancing terbuat dari ….
14. Benda yang paling mudah berkarat berbahan dasar….
15. Perubahan uap air menjadi air disebut …..
III. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Urutkanlah proses pencernaan makanan pada manusia !
2. Sebutkan 3 hewan yang dilengkapi dengan kaki berselaput !
3. Urutkanlah benda berikut dari yang paling mudah menyerap air!
- plastik - kertas
- nilon - kain
4. Apakah yang dimaksud dengan penguapan?
5. Sebutkan 3 faktor yang menyebabkan perubahan sifat benda !
KUNCI JAWABAN
ULANGAN TENGAH SEMESTER MADRASAH IBTIDAIYAH
MATA PELAJARAN IPA KELAS V
I. 1. B 6. D 11. C 16. C 21. C 26. A
2. B 7. A 12. C 17. C 22. A 27. B
3. C 8. A 13. C 18. C 23. C 28. B
4. A 9. A 14. A 19. A 24. A 29. D
5. D 10. C 15. C 20. B 25. A 30. B
II. 1. Pleura
2. Pundi-pundi udara
3. asam klorida / asam lambung
4. tubuh
5. anemia
6. daun
7. batang
8. adaptasi
9. kolibri
10. daging
11. berduri
12. kain
13. nilon
14. besi /logam
15. pengembunan
III. 1. Mulut – kerongkongan – lambung – usus halus – usus besar - anus
2. itik, pelikan, bangau
3. – kertas
- kain
- plastik
- nilon
4. Perubahan wujud dari cair menjadi gas
5. Pembakaran, pembusukan, pencampuran dengan air dan pemanasan
Negeri Lima Menara
Penulis : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : I, Juli 2009
Tebal : 416 halaman
NEGERI 5 MENARA, novel karya A. Fuadi ini memperlihatkan betapa dominannya parameter non-artistik dalam menentukan kualitas dan kedalaman sebuah karya sastra. Sampul belakang buku itu sarat dengan endorsement yang ditulis oleh nama-nama beken, mulai mantan presiden, sutradara tersohor, gubernur, budayawan, intelektual, hingga pimpinan pesantren. Hampir semua komentar itu menyingkapkan segi-segi etik dan didaktik dari novel setebal 416 halaman tersebut. Tak ada satu pun ulasan dari sudut pandang estetika sastrawi. Apakah segi-segi estetik dan artistik yang sepatutnya menjadi kriteria utama dalam menimbang sebuah karya sastra tidak lagi penting?
Berkisah tentang upaya keras enam orang santri di sebuah pondok pesantren dalam menggapai obsesi dan cita-cita besar mereka. Setelah menghadapi kegiatan belajar-mengajar yang sedemikian padat dan aturan-aturan kedisiplinan ekstraketat di Pondok Madani (PM), Alif (Padang), Atang (Bandung), Raja (Medan), Dulmajid (Sumenep), Said (Mojokerto), dan Baso (Gowa) bersembunyi di bawah menara masjid PM, membangun mimpi-mimpi masa depan dengan mantra ampuh yang sama-sama mereka percayai; man jadda wajada (siapa yang bersungguh pasti akan sukses).
Alif tidak pernah mengira bahwa dirinya akan jadi santri PM yang disebut-sebut telah mencetak banyak ulama dan intelektual muslim itu. Sebab, sejak kecil dia ingin menjadi ''Habibie''. Baginya, Habibie tidak dalam arti seorang teknokrat genius, tapi sebuah profesi sendiri lantaran dia sangat kagum pada tokoh itu. Itu sebabnya, Alif ingin masuk SMA dan kelak melanjutkan pendidikan di ITB, sebagaimana riwayat perjalanan intelektual Habibie. Namun, ibunda Alif menginginkan anaknya mewarisi keulamaan Buya Hamka, ulama kondang yang lahir dan besar tidak jauh dari Bayur, tanah kelahiran Alif. Maka, dalam kebimbangan, Alif menerima tawaran itu sehingga dia bertemu dengan santri-santri berkemauan keras seperti Baso yang mati-matian menghafal 30 juz Quran sebagai syarat guna menggapai impiannya bersekolah di Madinah. Begitu juga Raja, Dulmajid, Said, dan Atang.
Hanya beberapa bulan waktu berbicara dengan bahasa Indonesia bagi santri-santri baru di PM, setelah itu mereka wajib berbicara dalam bahasa Arab atau bahasa Inggris. Bila aturan dilanggar, ganjarannya tidak main-main. Bila tidak digunduli, sekurang-kurangnya bakal dapat jeweran berantai. Bahkan, bila pelanggarannya berat, santri bisa dipulangkan. Saking kerasnya kemauan para sahibul-menara untuk menguasai percakapan dalam dua bahasa asing tersebut, igauan dalam tidur mereka pun terungkap dalam bahasa Arab.
Dengan deskripsi ruang yang nyaris sempurna, A. Fuadi berhasil memetakan seluk-beluk dunia pesantren modern yang selama ini hanya menjadi cerita dari mulut ke mulut. Pahit dan getir, riang dan gamang kaum santri dengan humor khas pesantren ditandaskan dengan modus pengisahan yang menakjubkan. Tengoklah pelbagai alasan yang sengaja dirancang sahibul-menara agar mereka beroleh izin keluar PM, bersepeda mengelilingi Kota Ponorogo, dan tak lupa melintas di pintu gerbang pesantren putri, sekadar ''nampang''.
Begitu pula siasat Dulmajid yang memengaruhi ustad Torik agar beroleh izin nonton bareng pertandingan final bulu tangkis di lingkungan PM, padahal qanun (aturan pondok) menegaskan, santri PM dilarang menonton TV. ''Ustad, lob antum itu mirip sekali dengan punya Icuk dan smes antum mirip Liem Swie King. Kalau nggak percaya, kita tonton siaran langsung besok malam.''
Ustad Torik langsung takluk dan terjadilah peristiwa bersejarah itu: TV masuk PM. Lewat satirisme khas kaum santri itulah, segi-segi estetik novel tersebut dapat ditandai hingga martabat kenovelannya tidak semata-mata ditakar dengan nilai didaktik dan etik saja. Bukankah jalan sastra adalah ikhtiar merancang sebuah alegori dari pelbagai realitas faktual yang menjadi panggilan penciptaan pengarangnya? Maka, kerja pemaknaan terhadap teks novel tak segampang sebagaimana yang dilakukan para komentator novel tersebut. Bahwa kemudian ditemukan tendensi-tendensi didaktik, itu kenyataan yang tak bisa dielakkan karena setiap pembaca berhak menafsirkannya sesuai dengan kepentingan masing-masing.
Tak dimungkiri bahwa di balik kisah yang digarap A. Fuadi dalam buku ini, ada pengalaman empiris, katakanlah semacam fakta-fakta keras semasa pengarang mondok di Gontor yang menjadi muasal pengisahannya. Tapi, dalam kerja kepengarangan, fakta-fakta keras itu digiling sehalus-halusnya oleh imajinasi sehingga tidak bisa lagi dilihat dengan kacamata hitam-putih, tidak bisa diukur secara positivistik. ''Imajinasi'' di sini bukan dalam pemahaman yang menyehari. Filsuf Arab Al-Farabi (850-950) dalam kitabnya, Ara' Ahl Madinah Wa Al-Fadhilah, menyebutnya quwwatul muttakhilah, semacam potensi dalam subjek, yang berpijak pada pengalaman empiris dan penalaran (reasoning), sehingga ia sangat berbeda dengan ''fantasi'' -yang tidak perlu berangkat dari pengalaman indrawi, apalagi penalaran. Dalam epistemologi Al-Farabi, ''imajinasi'' dalam batas-batas tertentu bahkan dapat melampaui pencapaian akal-budi dan pengalaman empiris itu sendiri.
Maka, dunia imajiner dalam Negeri 5 Menara bukan lagi semata-mata dunia A. Fuadi dan sejawat-sejawatnya semasa di Gontor. Kisah yang disudahi pengarang dengan reuni bersejarah di Trafalgar Square, London, -setelah 15 tahun masa-masa sulit di PM berlalu- telah terdedahkan sebagai ruang fiksional dengan segenap kemungkinan tak terduga yang menyertainya. Bukankah Alif (Washington DC), Atang (Kairo), dan Raja (London) yang bertemu pada sebuah konferensi di London tidak pernah terbayangkan sebelumnya? Mereka tak pernah menyangka para sahibul-menara bakal menggenggam impian masing-masing. Yang mereka tahu hanya man jadda wajada, siapa bersungguh-sungguh, bakal sukses. (*)
Damhuri Muhammad, Cerpenis, bermukim di pinggiran Jakarta
Sumber: Jawa Pos, Minggu, 18 Oktober 2009
Sabtu, 15 Mei 2010
Tips Membina Keluarga Sakinah
Diantara tips cara membina sakinah
1. Berdzikir
Ketahuilah, dengan berdzikir dan memperbanyak dzikir kepada Allah, maka seseorang akan memperoleh ketenangan dalam hidup (sakinah). Allah subhanahu wata'ala berfirman (artinya):
"Ketahuilah, dengan berdzikir kepada Allah, (maka) hati (jiwa) akan (menjadi) tenang." (Ar Ra'd:28)
Baik dzikir dengan makna khusus, yaitu dengan melafazhkan dzikir-dzikir tertentu yang telah disyariatkan, misal:
أَسْتَغْفِرُالله ,
dan lain-lain, maupun dzikir dengan makna umum, yaitu mengingat, sehingga mencakup/meliputi segala jenis ibadah atau kekuatan yang dilakukan seorang hamba dalam rangka mengingat Allah subhanahu wata'ala, seperti sholat, shoum (puasa), shodaqoh, dan lain-lain.
2. Menuntut ilmu agama
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ
"Tidaklah berkumpul suatu kaum/kelompok disalah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), (yang mana) mereka membaca Al Qur`an dan mengkajinya diantara mereka, kecuali akan turun (dari sisi Allah subhanahu wata'ala) kepada mereka as sakinah (ketenangan)." (Muttafaqun 'alaihi. Hadits shohih, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu)
Dalam hadits diatas, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam memberikan kabar gembira bagi mereka yang mempelajari Al Qur`an (ilmu agama), baik dengan mempelajari cara membaca maupun dengan membaca sekaligus mengaji makna serta tafsirnya, yaitu bahwasanya Allah akan menurunkan as sakinah (ketenangan jiwa) pada mereka.
Pembaca yang budiman, demikianlah diantara beberapa hal yang bisa dijadikan tips untuk meraih dan membina rumah tangga yang sakinah. Wallahu a'lam. Semoga kajian ringkas ini dapat kita terapkan dalam hidup berkeluarga sehingga Allah menjadikan keluarga kita keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Amiin, Ya Rabbal alamiin.
Sumber: www.assalafy.org